Langsung ke konten utama

24 Hari Jadi Sales
















Alhamdulillah, tantangan bekerja sebagai sales sudah selesai. 24 hari adalah waktu yang singkat untuk mengenai dunia kerja baru di sebuah kantor swasta yang menyediakan fasilitas layanan internet. Layaknya anak magang, saya mencoba menikmati pengalaman baru saya dan mengenal teman - teman baru, yang sering saya sebut teman dari kantor tetangga.


Menyenangkan ketika hubungan baru mulai terjalin, dan sedih ketika pekerjaan telah usai. Itu artinya harus berpisah dan sekarang waktunya cari tantangan baru lagi untuk kerja freelance. hehehehe.

Awalnya saya ragu untuk menerima tantangan bekerja. Saya memikirkan pekerjaan sales itu seperti apa. Lebih banyak bicara untuk promosi produk, target oriented, dan memiliki penampilan yang menarik.

Soal penampilan memang membuat saya kurang percaya diri, tapi saya mencoba mengikuti peraturan dengan baik. Untunglah, untuk make up tidak ada komentar. Saya menyerah kalau soal yang satu ini. Diusia saya sekarang, saya belum mahir pake make up. Beli make up aja masih nyicil. Mungkin karena saya belum merasa butuh. hehehe.

Alhamdulillah, setelah seminggu bekerja, semua terasa baik - baik saja. Saya mencoba memotivasi diri sendiri, dengan merima tantangan itu artinya saya harus menyelesaikan apa yang sudah dimulai, dan alhamdulillah saya menyelesaikan tantangan sampai tim leader mengatakan sementara tidak butuh sales.

Selama seminggu, saya bekerja dalam waktu 5 hari dan 5 jam kerja. Bekerja setiap hari rabu sampai minggu mulai jam 4 sore sampai jam 9 malam.

Ada hikmahnya juga bekerja di kota sendiri. Saya rajin bersepeda setiap berangkat bekerja dan malam harinya. Saya membayangkan jika suatu hari saya bekerja di kantor yang besar, saya ingin berangkat dan pulang kerja naik sepeda. Sepertinya menyenangkan.

Bekerja sebagai sales itu tantangannya cukup berat. Mempromosikan produk kepada masyarakat, khususnya pengguna smartphone yang notabene mindsetnya masih cari yang gratisan. Sedangkan produk tersebut berbayar. Benar juga, kalau mikirnya gratisan terus, lalu bagaimana kita yang bekerja jadi sales dapat gaji?

Penolakan oleh calon pelanggan adalah hal yang sering terjadi. Tapi setidaknya setiap hari bisa bertemu dengan lebih dari 14 orang dengan karakter berbeda. Beruntung kalau ada 5 - 8 orang yang mau mencoba dan mengenal produk, jadi pulang bisa bawa laporan dan data mereka yang mencoba pengalaman menggunakan produk.

Dari pengalaman yang saya dapatkan saat menjadi sales, saya belajar kalau cari pekerjaan mungkin tidak mudah. Butuh pengalaman, keberuntungan dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji seperti apa yang diinginkan.

Lalu setelah mendapatkan pekerjaan, lakukan yang terbaik karena kita tidak tahu kapan harus berhenti dari pekerjaan kita. Terima masih bapak tim leader yang selalu support dan membantu saya.

Komentar

  1. congratz ismii..kerja dimana say? iya, jadi sales itu berat tapi menyenangkan, dulu aku grogii jualan Alhamdulillah sekarang malah nagih, tapi aku online siih, cemen kalau ketemu langsung wkwkwk

    BalasHapus
  2. aku jadi sales wifi mbak, di Kendal :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serunya Berpetualang di Santosa Stable

Senang rasanya menghabiskan waktu seharian di desa. Melihat pemandangan sawah yang hijau yang membentang luas, gemercik air sungai dan suasananya yang selalu membuat rindu. Apalagi bisa berpetualang. Ohh asyiknya....

Begini Hasil Jepretan Kamera OPPO Mirror 5

Minggu kemarin saya ikutan acara #OPPOFYIexp Semarang. Acara tersebut berlangsung di River View Cafe, Simpang Lima Residence. Nah saya sudah menuliskan pengalaman saya disini.

Ngesgrim di Esgrim House Tlogosari

Senang rasanya ada seorang teman yang mengajak ngesgrim setelah lama juga ngga pergi jalan - jalan. Dan teman saya ini mengajak disaat yang tepat. Pas banget lagi pengen esgrim. hahahahaha