Langsung ke konten utama

Sepenggal Cerita dari Dolan Museum
















Kapan terakhir kamu ke museum? Maksudnya berkunjung ke museumnya dan mengenal lebih dekat peninggalan sejarah disana lho ya... Bukan cuma parkir kendaraan pribadi atau cuma foto selfie depan museum terus diupload di sosial media.


Pertanyaan tentang kapan terakhir ke museum menjadi topik utama dalam Talkshow Ayo #DolanMuseum yang diselenggarakan oleh Museum Ranggawarsita di Ruang Apresiasi minggu kemarin (01/11).

Acara Talkshow Ayo #DolanMuseum sendiri merupakan pre - event Museum Mart yang akan berlangsung mulai tanggal 2 - 6 November, dimana Museum Ranggawarsita mengajak komunitas Semarang untuk duduk bareng dan ngobrolin soal museum.

Saya senang bisa datang ke acara Ayo #DolanMuseum. Karena banyak ilmu yang saya dapatkan disini Meskipun agak - agak galau gitu untuk datang sebenarnya. hehehehe.

Jadi ada tiga pembicara dalam talkshow Ayo #DolanMuseum yaitu mas Sukardi (Suara Merdeka), Mbak Ami (Duta Museum Jateng 2012) dan Mbak Devi (Traveller).


Melihat Museum dari Sisi Sejarah

Menurut mas Sukardi, Museum mempunyai beberapa koleksi peninggalan sejarah yang bisa menjadi sumber pendidikan. Karena sifatnya kreadible. Dimana benda - benda bersejarah tersebut merupakan kearifan lokal pada masa lampau.

Jadi, ketika kita berkunjung ke museum maka kita akan mendapatkan 2 manfaat yang sederhana, yaitu belajar tentang sejarah Indonesia dan berwisata. 


Mencintai Budaya Indonesia

Dengan mengunjungi museum, kita tidak hanya belajar tentang sejarah. Tapi kita juga bisa mencintai budaya yang ada di Indonesia lebih dekat dari benda - benda sejarah yang ada di museum itu sendiri.

Pandangan Mbak Devi tentang museum dalam presentasinya, kembali membukakan mata peserta  talkshow bahwa ketika kita suka jalan - jalan ke tempat wisata yang sedang tren, kenapa sih kita masih ngga coba berkunjung ke museum?

Sedangkan dengan berkunjung ke museum sendiri, kita bisa mencintai Budaya Indonesia dengan cara yang sederhana, yaitu dengan dolan museum.



Mengajak anak untuk mengenal Museum sejak dini

Salah satu cara mengenalkan museum kepada anak baiknya mulai dikenalkan sejak dini.

Mbak Ami pernah merayakan ulang tahun anaknya di museum. Pengalaman beliau diceritakan kepada peserta talkshow Ayo #DolanMuseum.

Cerita tersebut bisa menjadi inspirasi para ibu dan anak muda yang sering merayakan ulang tahun dengan cara mainstream, misalnya makan bareng di Cafe.

Yah, benar kenapa sih anak - anak atau remaja merayakan ulang tahun hanya di rumah atau di cafe, kenapa ngga coba ke museum dan ajak teman - teman sambil piknik gitu biar ceritanya anti mainstream? hehehehe.

Sayangnya mbak Ami tidak menunjukan museum yang dikunjungi di Jerman lewat slide presentasi. Kan jadi penasaran.  :'(

Sesi menarik dari acara talkshow Ayo #dolanmuseum adalah sesi sharing pembicara dan sesi kritik saran menurut saya. Jujur saja merasa mulai tidak fokus dengan acara karena dehidrasi dan pengen cepat keluar ruangan dan minum air putih atau segelas teh. Sayangnya belum dapat ijin untuk mengambil coffeebreak sampai acara selesai.

Dari acara talkshow, sharing pembicara dan sesi tanya jawa atau kritik saran, berikut kesimpulan saya.

Museum, Sosial Media dan Pemerintah

Museum merupakan tempat dimana benda peninggalan sejarah disimpan dan dirawat disini. Dengan berkunjung ke museum, kita tidak hanya belajar sejarah tapi kita juga bisa berwisata karena mendapatkan hiburan.

Dari sudut pandang seorang pengunjung museum khususnya sisi anak muda, museum itu masih mempunyai kesan yang spoky (seram). Mengapa demikian? Karena benda peninggalan sejarah yang sudah berusia ratusan tahun? Atau karena mainset kita sendiri? 

Menurut saya, museum itu tidaklah seram jika kita berpikir positif dan mencoba mengeksplorenya serta mengenalnya. Mungkin yang bikin seram adalah penerangannya yang kurang. Saran saya, ajaklah teman dan gunakan guide untuk menjelaskan tentang informasi museum jika dibutuhkan.

Untuk menghilangkan efek spoky itu menjadi tugas pengelola museum bagaimana membranding dan membuat konsep marketing yang lebih menarik untuk menarik pengunjung ke museum. Caranya adalah gunakan sosial media dan ajak komunitas untuk turut berpartiaipasi mengeksplore museum. Dan bagaimana merubah mainset pengunjung.

Nah, kemarin perwakilan dari Museum Kementrian Perhutanan sempat sharing tentang museum ini kepada peserta talkshow. Untuk menarik pengunjung pihak museum berusaha membuat museum lebih nyaman dan menarik yaitu dengan adanya perpustakaan dan sarana outbond. Jadi pengunjung tidak hanya melihat koleksi museum tapi juga bisa melakukan hal positif lainnya. Menarik yah? 

Program museum goes to school dan konsep "jemput bola" untuk menarik pengunjung juga bisa dilakukan. Bersinergi dengan pemerintah untuk mengenalkan museum itu juga penting. Disini pengunjung khususnya anak muda pengguna sosial media juga bisa ikut berperan mengenalkan museum lebih luas. Intinya harus ada sinergi antara anak muda dan pengelola museum untuk hal yang lebih baik. 

Jadi jangan menunggu ada program pemerintah dulu, kemudian kamu mulai tertarik mengenal museum. Semua kembali pada kesadaran kita masing - masing. Kalau kita mengenal museum hanya karena tugas sekolah maupun riset, tentu ini akan membuat kita merasa bosan. Harus ada keinginan mengenal sejarah masa lampau, mulailah dari diri kita sendiri. Karena kalau bukan kita yang mencintai museum, siapa lagi?

hmm... panjang juga yah ceritanya. hehehe.


















Jadi pada dasarnya, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengenal museum. Caranya dengan #dolanmuseum. Dan gunakan sosial media yang kita miliki untuk mengekplorenya atau mengenalkannya lebih luas.

Mungkin kita pernah bertanya apa sih yang museum berikan untuk kita? Lalu pernah kita bertanya apa yang kita berikan untuk museum, sedangkan kita tidak pernah berkunjung atau tidak mencoba mengenalnya?

Cobalah rubah mainsetmu tentang museum yang spoky itu dengan mengenalnya lebih dekat. Jadi ketika ada temanmu yang bertanya kapan terakhir kamu ke museum? Kamu punya jawaban yang menarik, tidak hanya sekedar numpang lewat, parkir mobil di halaman museum atau cuma selfie didepan museum bareng temen.

Tapi kamu bisa menceritakan pengalaman menarikmu saat berkunjung ke museum dengan mengeksplorenya dan menceritakan bagian terbaiknya di sosial media yang kamu miliki. Sehingga bisa menjadi referensi mereka untuk mengunjungi museum.

Setelah acara talkshow, peserta #DolanMuseum diajak untuk jalan - jalan dan melihat persiapan Museum Mart 2015. 























Kalau kamu ingin mengenal 17 museum Indonesia dalam waktu sehari, yuk kunjungi Museum Mart 2015 di Museum Ranggawarsita, 2 - 6 November.

Ayo #DolanMuseum!



Komentar

  1. Aku orang nya cepett move on jadi ngak suka mengenang masa lalu macam kemuseum ini #Kabur

    BalasHapus
  2. Akyu sukaa ajak anak-anak ke museum, dapat banyak ilmuu..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serunya Berpetualang di Santosa Stable

Senang rasanya menghabiskan waktu seharian di desa. Melihat pemandangan sawah yang hijau yang membentang luas, gemercik air sungai dan suasananya yang selalu membuat rindu. Apalagi bisa berpetualang. Ohh asyiknya....

Pengalaman Kirim Paket Malam Hari via JNE

Akhirnya nulis juga. Sejak saya kerja di Butik, saya mulai berkenalan dengan JNE Express. Yah karena tempat saya bekerja juga melayani belanja online. Dan JNE adalah teman terbaik untuk mengantar paket berisi produk berupa baju, hijab dan aksesories Butik ke customer di Semarang maupun di daerah lain di Indonesia.

Begini Serunya Grand Opening Semarang Thal Cake

Akhirnya waktu yang dinantikan datang juga. Semarang Thal Cake milik Ruben Onsu secara resmi dibuka tanggal 28 Juli kemarin. Oleh - oleh Kekinian Semarang yang #bikinbahagia ini bisa menjadi alternatif oleh - oleh yang bisa kamu bawa pulang saat liburan ke Semarang.