Langsung ke konten utama

Belajar Masak Ala Catering Part II : Saparan





















Ada banyak pengalaman baru yang saya dapatkan selama ngecamp di Dusun Madu, Getasan Salatiga. Belajar jadi anak desa dari hal - hal yang sederhana, pergi mengajar di TPQ, ikutan panen sayuran, masak ala catering, kenalan dengan tradisi Saparan dan masih banyak lainnya.


Tradisi Saparan masih menjadi cerita menarik yang ingin saya ceritakan dalam postingan saya minggu ini. Karena banyak makna dan hikmahnya.

Sebelumnya saya sudah bercerita tentang Saparan di Desa Kopeng dan Seloduwur. Kali ini saya bercerita sedikit tentang Saparan di Madu dari sisi lain yang bisa diexplore sebelum acara dimulai tanggal 7 Desember.

Behind The Science...

Hari sabtu dan minggu di rumah tempat saya ngecamp selama satu bulan ini sudah mulai aktivitas memasak besar untuk Saparan atau syukuran dusun.

Sebagai anak yang rajin ke dapur, saya pun bersemangat untuk ikutan memasak. Karena kalau saya tidak ke dapur, ibu Imah pasti mencari saya. Disuruh bantu memasak kaya prasmanan gitu. Maklum masaknya banyak!!

Ayam goreng adalah menu istimewa untuk tradisi Saparan ada. Selain ayam goreng juga ada tumis jamur, kering tempe dan lainnya. Tapi saya mendapatkan bagian bantu menggoreng ayam. Saat masak selama 2 hari ada 25Kg daging ayam yang digoreng lho cukup buat sekampung. hehehehe.

Tak hanya Ayam Goreng, di dapur juga ada banyak pete, jamur dan bahan - bahan untuk membuat wajik serta jenang. Yah, suasana dapur ini berubah sibuk seperti mau ada hajatan nikahan. Bener - bener masak besar untuk Saparan.

Lain di dapur lain didepan rumah yang juga nampak aktivitas persiapan pertunjukkan Reog yang akan meramaikan Saparan.

Siang... waktunya istirahat sejenak. Setelah itu dilanjutkan dengan goreng ayam dan bikin donat. Alhamdulillah, donatnya matang sempurna. Dan banyak yang menyukainya. hehehehe.

Suatu hari ketika saya sedang membantu memasak di dapur, saya berpikir kalau wanita - wanita di desa itu hebat. Masak banyak dalam satu waktu, mencuci piring menumpuk, melakukan banyak hal dengan bahagia. Jarang terlihat mereka mengeluh karena lelah.

Yah, pelajaran berharga yang bisa diambil dari sini adalah belajar hidup sederhana, belajar apa saja, berbagi bersama agar bahagia. :)


Baca juga :
Belajar Masak Ala Catering

Komentar

  1. Ini baru saparan ya mbak, gimana kalau sedekah bumi. Hehehe.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serunya Berpetualang di Santosa Stable

Senang rasanya menghabiskan waktu seharian di desa. Melihat pemandangan sawah yang hijau yang membentang luas, gemercik air sungai dan suasananya yang selalu membuat rindu. Apalagi bisa berpetualang. Ohh asyiknya....

Pengalaman Kirim Paket Malam Hari via JNE

Akhirnya nulis juga. Sejak saya kerja di Butik, saya mulai berkenalan dengan JNE Express. Yah karena tempat saya bekerja juga melayani belanja online. Dan JNE adalah teman terbaik untuk mengantar paket berisi produk berupa baju, hijab dan aksesories Butik ke customer di Semarang maupun di daerah lain di Indonesia.

Begini Hasil Jepretan Kamera OPPO Mirror 5

Minggu kemarin saya ikutan acara #OPPOFYIexp Semarang. Acara tersebut berlangsung di River View Cafe, Simpang Lima Residence. Nah saya sudah menuliskan pengalaman saya disini.