Langsung ke konten utama

Lebaran dan LDR








Lebarnya akhirnya datang lagi, setelah satu bulan lamanya kita menjalankan puasa. Hari yang bahagia yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia.


Saat suasana lebaran seperti ini, banyak orang yang mengunggah moment bahagianya bersama keluarga di sosial media, khususnya Instagram. Dengan penuh rasa bahagia dan warna baju yang senada.
Kadang melihat itu semua, saya merasa sedih. Berharap lebaran tahun ini bisa menghabiskan waktu libur lebaran dengan keluarga yang lengkap.

Sudah hampir 25 tahun, saya belum pernah merasakan lebaran dengan keluarga yang lengkap. Hanya dengan ibu, kakak dan budhe yang tinggal satu atap. Sedangkan bapak, setiap lebaran masih di perantauan. Mendengar suaranya dari ujung telepon dan mengucapkan Selamat Lebaran saja sudah membuat saya bahagia untuk melepas rasa rindu yang menyapa.

Tahun ini.... tidak ada telepon atau ucapan Selamat Lebaran yang bisa saya dengar dari ujung telepon. Bagaimana saya tidak sedih karenanya?

Dulu sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah, saya sering membayangkan semua keluarga saya bisa berkumpul. Tidak punya banyak uang tidak  apa, asal bisa menghabiskan waktu bersama itu sudah cukup. Dan berharap tiap libur lebaran bisa diajak liburan ke Solo.

Seiring berjalannya waktu, selama 6 tahun terakhir, setiap lebaran tiba, saya dan kakak kedua saya pergi ke Solo dengan mengajak sosok pria yang bisa menemani perjalanan kami agar kami tidak tersesat dijalan. Sosok pria itu adalah pacar kakak saya yang sekarang sudah menjadi suami yang sah.

Pernah beberapa kali ke Solo, bersama Ibu dan Budhe itupun dengan menyewa Mobil. Agar semua keluarga bisa ikut mudik. Karena mudik dengan sepeda motor hanya cukup untuk 3 orang saja. hehehehe.

Jika ditanya siapa wanita yang paling strong yang saya kenal? Dia adalah ibu saya. Selama lebih dari 25 tahun, atau sekitar 28 tahun lebih tepatnya beliau harus LDRan dengan bapak yang merantau di Papua.

Yang saya ingat, dulu bapak pulang ke Jawa setiap 3 tahun sekali, itupun tidak saat lebaran. Dan bisa dihitung berapa lama beliau dirumah. 3 - 7 hari saja. Bapak baru pulang ke rumah lebih dari 2 minggu, itupun saat pernikahan kakak kedua saya tahun lalu.

Saya tahu, Ibu juga ingin bapak pulang saat lebaran. Dan menghabiskan waktu bersama keluarga, meskipun itu hanya sebentar saja. Setidaknya rasa rindunya kepada suaminya bisa terobati. Juga rasa rindu saya ini.

Lebaran tahun ini, saya berharap bisa menghabiskan waktu dengan keluarga yang lengkap seperti keluarga yang lainnya. Dan berharap bisa berbagi kebaikan dengan membahagiakan ibu, itu saja sudah cukup.

Semoga libur lebaran ini bisa menghabiskan waktu bersama dengan bapak ya meskipun hanya untuk sepekan saja sebelum beliau kembali tanah rantau.

Buat kamu yang LDR terlebih di hari lebaran, tentu ada alasan kenapa kalian harus berpisah oleh jarak dan waktu, entah dalam waktu hitungan minggu, bulan atau tahun. Saya yakin, setiap alasan pasti ada cerita yang indah pada akhirnya. #JanganLupaBahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serunya Berpetualang di Santosa Stable

Senang rasanya menghabiskan waktu seharian di desa. Melihat pemandangan sawah yang hijau yang membentang luas, gemercik air sungai dan suasananya yang selalu membuat rindu. Apalagi bisa berpetualang. Ohh asyiknya....

Begini Hasil Jepretan Kamera OPPO Mirror 5

Minggu kemarin saya ikutan acara #OPPOFYIexp Semarang. Acara tersebut berlangsung di River View Cafe, Simpang Lima Residence. Nah saya sudah menuliskan pengalaman saya disini.

Ngesgrim di Esgrim House Tlogosari

Senang rasanya ada seorang teman yang mengajak ngesgrim setelah lama juga ngga pergi jalan - jalan. Dan teman saya ini mengajak disaat yang tepat. Pas banget lagi pengen esgrim. hahahahaha